BukuBalita Baca Komik Cerita Rakyat : Bawang Merah Dan Bawang Putih (boardbook) karya Solikhatul Fatonah Kurniawati. Seri Balita Baca Komik Cerita Rakyat adalah komik sederhana untuk anak usia PAUD dan TK.Ibu Tiri dan Bawang Merah selalu semena-mena kepada Bawang Put. 2. Masuk. User Name Password Lupa Password ; Daftar Anggota Baru memenuhikebutuhan tersebut. Sebut saja misal dari jenisnya, maka buku sastra anak dibedakan dengan cerita berjenis realistik, fantasi, biografi, sejarah, dan sebagianya. Dari bentuknya ada buku pop up, bacaan bergambar, komik, novel, dan sebagainya, Sementara dari temanya, tentu bermacam-macam yang kesemuanya merupakan gambaran atas dunia anak CeritaRakyat Sumatera Barat : Cerita Dongeng Malin Kundang. Pada zaman dahulu di sebuah perkampungan nelayan Pantai Air Manis di daerah Padang, Sumatera Barat hiduplah seorang janda bernama Mande Rubayah bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Malin Kundang. Mande Rubayah amat menyayangi dan memanjakan Malin Kundang. Komikmodern di Indonesia muncul sekitar 1930-an. Pada waktu itu, komik masih berupa gambar strip bersambung yang dimuat dalam surat kabar dan majalah. Baru sekitar 1950-an, komik Indonesia tampil dalam bentuk buku. Bahkan sampai akhir 1970-an, di keraton Yogyakarta, masih dilakukan penggubahan naskah-naskah tertulis dalam bentuk gambar yang SeriBalita Baca Komik Cerita Rakyat adalah komik sederhana untuk anak usia PAUD dan TK.Malin Kundang pergi untuk mencari pekerjaan di pulau lain. Dia menjadi kaya raya. Namun setelah kembali, dia tidak ingin bertemu ibunya. Apa yang terjadi selanjutnnya? Jumlah Halaman : 10 Tanggal Terbit : 24 ButirNawacita yang dimaksud adalah: 5). meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, 6). meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; 8). melakukan revolusi karakter bangsa; 9). memperteguh kebhinekaan dan memperkuat Hikayatadalah cerita yang umumnya dibawakan dalam bahasa melayu, menceritakan tentang kisah kepahlawanan beserta kunikan/ keanehan/ kesaktian dari tokoh utamanya. Sedangkan Dongeng adalah cerita fiksi atau khayalan yang umunya turun temurun kemudian diceritakan sebagaimana orang itu memahaminya. BukuBalita Baca Komik Cerita Rakyat : Keong Mas - di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Sastra(baca: cerita anak) tidak jatuh dari langit. Sastra itu 'mengada'. Yang 'mengadakan' adalah penulis-penulisnya. Siapa pun dapat menjadi penulis cerita anak. Nenek moyang kita adalah (juga) pencerita yang ulung. Terbukti, hampir setiap daerah memiliki cerita rakyat yang beragam. Kita sendiri, dengan demikian, Jumlahbacaan jenis novel dan cerita rakyat adalah? 190 buku; 200 buku; 180 buku; 210 buku; Kunci jawabannya adalah: C. 180 buku. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, jumlah bacaan jenis novel dan cerita rakyat adalah 180 buku. 09g4Sr. Man'ga atau juga dikenal dengan komik Jepang adalah salah satu produk J-Pop yang hingga sekarang masih menjadi fenomena yang layak diperbincangkan. Melalui bentuknya yang "ringan", man'ga bisa memuat berbagai macam segi kehidupan di dalamnya. Bahkan, hingga kini manga dijadikan sebagai salah satu rujukan trend dunia. Di sisi lain, man'ga dapat dijadikan sebagai media literasi yang bisa menjangkau hampir semua khalayak pembaca. Melalui bentuk visualnya yang dominan, man'ga dapat dengan mudah diterima oleh pembaca anak. Dengan pertimbangan pembaca anak lebih menyukai bacaan visual, modifikasi dan transformasi cerita klasik dan tradisional menjadi bentuk komik dapat diupayakan sebagai media literasi yang masih kurang. Di samping itu, usaha transformasi tersebut juga dapat turut mengembangkan industri kreatif. Kata kunci komik, literasi, manga, transformasi I. PENDAHULUAN Membaca adalah sebuah kemampuan yang dibangun melalui kebiasaan. Pepatah lama menyebutkan "buku adalah jendela dunia". Aktivitas membaca adalah kemampuan berbahasa yang tidak hanya bertujuan mengatahui isi bahan bacaan. Membaca juga sebuah proses pemahaman yang kemudian bisa menumbuhkan ide dan gagasan baru. Hal ini karena membaca adalah sebuah kegiatan yang dapat mengembangkan cara berpikir berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Pada umumnya, kebiasaan membaca akan membawa seseorang pada kebiasan menulis. Gagasan yang tumbuh dan berkembang oleh karena aktivitas membaca dapat dituangkan kembali melalui kegiatan menulis. Sayuti dalam Pujiono, 2012 menyatakan aktivitas menulis apapun, jodohnya adalah membaca. Keduanya saling berkaitan erat karena menulis itu membutuhkan wawasan dan Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 MAN’GA, KOMIK, DAN LITERASI Tienn Immerry Universitas Bung Hatta Herry Nur Hidayat Universitas Andalas Abstrak Man’ga atau juga dikenal dengan komik Jepang adalah salah satu produk J-Pop yang hingga sekarang masih menjadi fenomena yang layak diperbincangkan. Melalui bentuknya yang “ringan”, man’ga bisa memuat berbagai macam segi kehidupan di dalamnya. Bahkan, hingga kini manga dijadikan sebagai salah satu rujukan trend dunia. Di sisi lain, man’ga dapat dijadikan sebagai media literasi yang bisa menjangkau hampir semua khalayak pembaca. Melalui bentuk visualnya yang dominan, man’ga dapat dengan mudah diterima oleh pembaca anak. Dengan pertimbangan pembaca anak lebih menyukai bacaan visual, modifikasi dan transformasi cerita klasik dan tradisional menjadi bentuk komik dapat diupayakan sebagai media literasi yang masih kurang. Di samping itu, usaha transformasi tersebut juga dapat turut mengembangkan industri kreatif. Kata kunci komik, literasi, manga, transformasi I. PENDAHULUAN Membaca adalah sebuah kemampuan yang dibangun melalui kebiasaan. Pepatah lama menyebutkan “buku adalah jendela dunia”. Aktivitas membaca adalah kemampuan berbahasa yang tidak hanya bertujuan mengatahui isi bahan bacaan. Membaca juga sebuah proses pemahaman yang kemudian bisa menumbuhkan ide dan gagasan baru. Hal ini karena membaca adalah sebuah kegiatan yang dapat mengembangkan cara berpikir berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Pada umumnya, kebiasaan membaca akan membawa seseorang pada kebiasan menulis. Gagasan yang tumbuh dan berkembang oleh karena aktivitas membaca dapat dituangkan kembali melalui kegiatan menulis. Sayuti dalam Pujiono, 2012 menyatakan aktivitas menulis apapun, jodohnya adalah membaca. Keduanya saling berkaitan erat karena menulis itu membutuhkan wawasan dan Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, menulis merupakan kerja intelektual yang harus dikembangkan. Atas dasar itulah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pandidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah GLS. Gerakan ini melibatkan semua unsur dan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan. Secara umum, gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat Wiedarti et al. 2016. Sementara itu, pengertian Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara Faizah et al., 2016. Melalui GLS, sekolah diharapkan menjadi tempat yang menyenangkan dan ramah anak di mana semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. Hal tersebut menuntut tersedianya sarana dan media pendukung gerakan ini dalam bentuk yang sesuai dengan tahapan perkembangan siswa berdasarkan karakteristiknya. Di sisi lain, ketersediaan bahan bacaan untuk siswa sekolah terutama tingkat dasar dan menengah masih sangat kurang. Hal ini tentu bertolak belakang dengan prinsip GLS ini yaitu literasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya dan dilaksanakan secara berimbang menggunakan berbagai ragam teks dan memperhatikan kebutuhan peserta didik. Bahan bacaan literasi berbasis pengetahuan tradisi masih sangat kurang. Di samping itu, penciptaan karya sastra bahan bacaan literasi masih saja “menjauhkan diri” dari pembaca utama, yaitu anak-anak. Bahan bacaan literasi yang ada saat ini masih berbentuk tekstual yang tentunya kurang diminati pembaca anak. Hal ini tentu menghambat tahap pembiasaan dalam GLS yang menuntut tersedianya buku-buku nonpelajaran novel, kumpulan cerpen, buku ilmiah populer, majalah, komik, dsb., sudut baca kelas untuk tempat koleksi Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 bahan bacaan, dan poster-poster tentang motivasi pentingnya membaca Retnaningdyah et al., 2016. Hal tersebut di atas sangat berpengaruh pada keberhasilan GLS ini. Bahan bacaan adalah sarana pengembangan penalaran. Oleh karenanya, diperlukan bentuk bahan bacaan yang sesuai dengan khalayak pembacanya. Ketersediaan dan kemudahan memperoleh bahan bacaan tentunya akan memengaruhi minat baca seseorang. Lebih lanjut, kegiatan membaca tidak dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran kreativitas pengarangan dan penulisan. Kegiatan literasi tidak hanya mencakup kegiatan yang berhubungan dengan teks bacaan. Dengan kata lain, media audio visual juga bisa digunakan sebagai bahan pengayaan dalam kegiatan tersebut. Kreativitas juga menjadi hal yang penting dalam gerakan literasi ini. Mengolah kembali dan mengembangkan hasil bacaan menjadi karya baru bisa menjadi salah satu ukuran keberhasilan gerakan ini. Di sisi lain, pengertian literasi secara umum saat ini telah sedikit bergeser. Literasi saat ini lebih dipahami sebagai sebuah konsep yang ditentukan oleh konteks budaya. Oleh karenanya, pembaca siswa memerlukan cara baru untuk dapat memahami, menganalisis, dan pada akhirnya mampu membentuk variasi teks bacaan Seglem dan Witte, 2009. Mengolah kembali untuk menghadirkan bentuk baru sebuah karya sastra, terutama sastra tradisional, bisa menjadi salah satu alternatif “mendekatkan” karya sastra tradisional kepada generasi muda sesuai dunianya. Cerita klasik dan tradisional bisa diolah kembali menjadi bentuk baru yang lebih menarik bagi pembaca anak-anak. II. PEMBAHASAN Komik Sebagai Media Literasi Komik adalah salah satu bentuk karya seni tertua di dunia. Mc Cloud 1993menyebutkan, manuskrip komik tertua yang ditemukan diperkirakan dibuat pada tahun 1049 SM. Komik tersebut ditemukan di Kolombia oleh Cortez pada tahun 1519 dan isinya bercerita tentang kehebatan seorang tokoh politik masa itu. McCloud menyimpulkan komik adalah gambar yang terpisah tetapi berkelanjutan Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 yang memiliki tujuan sekadar memberi informasi atau untuk menimbulkan respon estetik terhadap penikmatnya. Menurut Stewing dalam Santoso, 2008, buku bergambar adalah sebuah buku yang menjajarkan cerita dengan gambar. Kedua elemen ini bekerjasama untuk menghasilkan cerita dengan ilustrasi gambar. Biasanya, buku-buku bergambar dimaksudkan untuk mendorong ke arah apresiasi dan kecintaan terhadap buku. Selain ceritanya secara verbal harus menarik, buku harus mengandung gambar sehingga memengaruhi minat siswa untuk membaca cerita. Bonnef dalam Soedarso, 2015 menyebutkan bahwa komik merupakan sebuah susunan gambar dan kata yang bertujuan untuk memberikan informasi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Sebuah komik selalu memanfaatkan ruang gambar dengan tata letak. Hal tersebut agar gambar membentuk cerita, yang dituangkan dalam bentuk dan tanda. Komik juga termasuk dalam karya sastra, yaitu sastra bergambar. Jika memperhatikan pengertian-pengertian di atas, komik di Indonesia muncul berabad yang lalu. Candi Borobudur dengan relief yang “bercerita” tentu dapat dikatakan sebagai komik. Demikian pula candi Prambanan dengan relief yang berisi penggalan cerita Ramayana. Rahmanadji 2012 berpendapat bahwa sejarah komik Indonesia dapat ditelusuri sampai ke masa prasejarah. Bukti pertama terdapat pada monumen-monumen keagamaan yang terbuat dari batu candi. Kemudian, lebih dekat dengan masa kini, ada wayang beber dan wayang kulit yang menampilkan tipe penceritaan dengan sarana gambar yang dapat dianggap sebagai cikal bakal komik di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa perjalanan perkembangan komik di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Menurut Gierlang 2015, pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1930 telah muncul komik karya Kho Wang Gie. Tokoh rekaannya, Put On, mampu menarik perhatian publik dengan karakternya yang unik. Dekade 1970-1980-an, bisa disebut sebagai era keemasan komik Indonesia. Hal ini ditandai dengan banyak munculnya komik yang hingga saat ini masih dikenal. Si Buta dari Gua Hantu, Jaka Tuak, Panji Tengkorak, Gundala Putra Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Petir, Mahabarata, dan Ramayana, adalah beberapa komik yang sangat dinanti kemunculannya pada saat itu. Namun pada dekade berikutnya, dunia komik Indonesia mengalami masa suram. Komik lokal tersingkir oleh komik luar negeri yang lebih menguasai pasar komik di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan banyak ditemukannya komik komik Jepang yang lebih dikenal dengan mang’a. Bisa dikatakan bahwa era 1990-2000, komik di Indonesia didominasi oleh komik Jepang tersebut. Di Indonesia, man’ga mulai banyak dikenal setelah tayangan anime marak di televisi. Perkenalan dengan anime tersebut, akhirnya membawa ketertarikan pada man’ga. Di samping itu, kemajuan teknologi informasi turut mengembangkan pengaruh man’gadi Indonesia. Tumbuh dan berkembangnya J- Pop menjadi salah satu unsur penting dalam perkembangan man’ga di Indonesia. Hingga saat ini, tidak sulit menemukan man’ga di toko buku. Meskipun demikian, keberadaan komik lokal tidak benar-benar mati. Pada kurun waktu itu, komik di Indonesia didominasi oleh komik strip yang diterbitkan di surat kabar. Mengangkat peristiwa-peristiwa dan kritik sosial, komik strip ini tetap mendapat perhatian pembaca. Siapa yang tidak kenal Panji Koming, Doyok, maupun Ali Oncom? Di sisi lain, hal ini patut disayangkan karena berakibat pada pemahaman generasi muda terhadap pengetahuan nilai-nilai lokal. Pembaca muda lebih mengenal tokoh-tokoh rekaan yang berasal dari Jepang dibandingkan tokoh-tokoh nasional baik tokoh pahlawan maupun tokoh fiksi. Hal inilah yang perlu mendapat perhatian dalam proses pembelajaran, khususnya tentang pengetahuan nilai-nilai tradisional. Tidak bisa dimungkiri, kehidupan manusia didominasi oleh gambar visual. Manusia akan lebih mudah memahami sesuatu melalui gambar jika dibanding pendengaran. Dalam hal ini, media pembelajaran bagi siswa sekolah menggunakan buku bergambar diharapkan dapat meningkatkan daya pemahaman siswa terhadap materi. Piaget dalam Santoso, 2008 menyatakan bahwa anak yang masih berada pada tahap operasional kongkrit 7-10 tahun memiliki cara berpikir yang masih didasarkan pada bantuan benda-benda atau peristiwa- Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 peristiwa yang langsung dilihat dan dialaminya. Sehubungan dengan hal itu, buku bergambar akan dapat membantu siswa untuk mengkongkretkan pembelajaran apresiasi cerita. Di samping itu, sebagai salah satu bentuk karya sastra komik mengangkat muatan cerita yang dapat disesuaikan dengan khalayak pembacanya. Dalam hal ini, komik dapat dibuat dengan materi cerita yang sesuai dengan alam dan harapan anak-anak siswa. Cerita kepahlawanan dan petualangan adalah contoh muatan yang menarik perhatian pembaca anak. Sebagai media pembelajaran, komik bisa juga dibuat dengan memuat nilai-nilai pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak. Dengan kata lain, komik juga memiliki fungsi edukatif. Seto Mulyadi dalam Soedarso, 2015 mengatakan bahwa bacaan komik dapat membantu memvisualisasikan imajinasi anak yang belum bisa membaca. Visualisasi anak diperlukan karena imajinasi mereka masih sangat terbatas. Seto Mulyadi juga menambahkan orang tua sebaiknya mengenalkan buku teks, termasuk buku cerita ketika anak-anak sudah pada usia lancar membaca. Uraian di atas menunjukkan perlunya mendekatkan bahan bacaan pada bentuk yang diminati khalayak pembaca. Oleh karena pertimbangan sebagai media literasi berbasis pengetahuan tradisional, materi atau muatan yang hendak disampaikan harus juga disesuaikan dengan pelaku pembelajaran. Muatan pendidikan dan pengajaran yang terkandung dalam karya sastra tradisional perlu ditransformasikan menjadi bentuk yang lebih menarik bagi anak. Karya komik menjadi salah satu pilihan yang sangat memungkinkan untuk pertimbangan tersebut. Belajar dari apa yang telah dilakukan oleh bangsa Jepang terhadap mang’a, cerita-cerita rakyat bisa dialihmediakan menjadi bentuk komik. Media literasi berbentuk cerita bergambar diharapkan akan lebih diminati dan lebih mudah dipahami isi dan muatan yang terkandung di dalamnya. Alih media cerita rakyat menjadi komik juga bisa disebut sebagai revitalisasi karya tradisional yang kini mulai “jauh” dari pemiliknya. Tentunya, misi mengenalkan kembali ragam cerita rakyat yang dimiliki menjadi sangat penting untuk melestarikan dan mengembangkannya. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Di samping itu, gerakan literasi bukan hanya gerakan membaca. Gerakan literasi juga menuntut kemampuan daya kreativitas pembaca terhadap bahan bacaan dapat memanfaatkan hasil alih media ini untuk menghasilkan karya-karya baru. Tentunya, karya baru tersebut tetap mengangkat muatan pengetahuan tradisional oleh karena sumber bacaan yang dikandungnya. Seorang pembaca, secara individual akan menyusun makna bahan bacaan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Hal inilah yang diharapkan kemudian menumbuhkan daya kritis pembaca terhadap bahan bacaan oleh karena “pertarungan” makna yang diperoleh dengan yang disusun oleh pengarang. Dalam konteks pembacaan karya sastra, pembaca adalah agen aktif dan kreatif terhadap pengembangan karya sastra secara umum Gillenwater, 2009. Uraian ini menunjukkan bahwa semakin mudah pembaca memahami sebuah bahan bacaan, akan semakin mudah pula memancing daya kreatifnya. Mengenal dan mengetahui ragam cerita rakyat akan menjadi modal utama bagi anak untuk mengembangkan daya aktif dan kreatifnya. Melalui pendekatan literasi visual bahan bacaan komik, pembaca dituntut untuk mengeksplorasi pertentangan keinginan imajinasi dan tampilan yang muncul dalam gambar. Di samping itu, pembaca akan lebih memahami hubungan dan interaksi antara budaya populer dengan karya tradisi yang dibacanya Bitz, 2004. Melalui komik sebagai bahan bacaan, pembaca akan memperlihatkan perbedaan minat membaca anak-anak terutama jika dibandingkan dengan teks yang hanya berisi tulisan. Sering dijumpai anak membaca tanpa memahami muatan yang dibacanya. McVicker 2007 menyatakan bahwa melalui komik yang cenderung lucu, bersifat visual, dan teks tulisan yang terbatas dapat menumbuhkan minat baca anak menuju teks bacaan yang lebih kompleks. Lebih lanjut, bahan bacaan berbentuk komik dapat mendorong pembaca menjadi lebih kreatif. Hal ini didukung Hidayat, Wasana, dan Meigalia 2015 yang menyatakan bahwa komik juga bisa dianggap sebagai salah satu bentuk bahan ajar yang paling mudah diterima oleh anak didik. Anak didik akan lebih mudah menerima dan memahami materi dan muatan-muatan yang terdapat dalam komik. Tidak sedikit komik yang mengandung muatan positif yang pada akhirnya tertanam pada anak Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 didik. Tidak mengherankan apabila anak didik akan lebih memilih membaca komik daripada buku teks. Bahkan, beberapa buku teks pengantar bidang ilmu telah ditransformasi menjadi bentuk komik. Di samping itu, Schwarz 2002 juga menyatakan bahwa membaca cerita bergambar menuntut kemampuan kognitif yang lebih kompleks dibanding membaca bahan bacaan teks tulis biasa. Pengenalan dan pengembangan narasi kebangsaan adalah salah satu tujuan gerakan literasi. Secara umum, narasi kebangsaan berkaitan erat dengan identitas dan ciri khas sebuah bangsa yang juga berhubungan langsung dengan karakter, perilaku, sikap, dan mental. Tidak sedikit dari unsur-unsur tersebut yang dikandung dalam karya sastra tradisional, terutama cerita rakyat. Hal inilah yang lebih banyak dikenal sebagai muatan lokal. Pada awal perkembangannya, komik Indonesia diketahui telah mengangkat muatan-muatan tradisional di dalamnya. Lahirnja Gatotkatja, Raden Palasara, Pendekar Sorik Marapi, serta serial Mahabarata dan Ramayana adalah sedikit contoh dari komik Indonesia yang mengangkat budaya tradisional. Pembaca komik generasi tahun 1970-1980 pasti dengan mudah menyebut dan menjelaskan muatan budaya tradisional yang terkandung dalam komik masa itu. Hal tersebut sangat berbeda jika dibandingkan dengan pembaca komik masa kini. Pembaca komik masa kini lebih mengenal budaya asing daripada budaya lokal. Tokoh, mitos, legenda, bahkan nama makanan tradisional asal Jepang dalam komik Naruto, Doraemon, atau One Piece sekarang ini lebih dikenal oleh anak-anak. Namun demikian, usaha untuk mengangkat muatan tradisi lokal dalam komik tidak benar-benar hilang. Ariesta 2013 menyatakan bahwa memasuki abad XXI, para seniman muda komik Indonesia yang pedulim ulai memasukkan nilai-nilai budaya lokal dalam komik mereka, dengan mengadaptasi gaya man’ga yang diminati oleh para remaja. Salah satu komikus yang mengusung nilai-nilai budaya lokal adalah Is Yuniarto lewat komiknya yang berjudul Garudayana dengan latar kisah Ramayana. Eksplorasi nilai budaya yang disuguhkan oleh Is Yuniarto lebih luas dari komik-komik wayang terdahulu. Is Yuniarto lebih berani mencampur dan menampilkan produk budaya Nusantara di dalam komiknya, Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 seperti rumah adat tiap daerah di Indonesia, kendaraan, hingga tokoh-tokoh yang ada dalam cerita rakyat. Namun demikian, komik lokal tetap hidup dan berkembang mengikuti perkembangan teknologi informasi. Sejak tahun 2000-an, banyak muncul komunitas yang mencoba menyemarakkan kembali komik Indonesia. Sejak tahun 2010, komik Indonesia banyak muncul di internet. Melalui blog dan sosial media, komikus Indonesia menunjukkan eksistensinya. Meskipun menunjukkan gaya man’ga, hal ini menunjukkan geliat kehidupan komik Indonesia Tamimy 2017. Pengaruh gaya man’ga tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa komik adalah hasil karya budaya yang memiliki kekuatan untuk membentuk budaya sebuah kelompok lain. Seno Gumira Ajidarma dalam Ariesta, 2013 menyebut komik sebagai salah satu situs perjuangan ideologi. Maksudnya adalah di dalam komik tersebut bisa menjadi media dalam menyerang pembaca dengan ideologi-ideologi tertentu, sehingga hal itu berulang terus-menerus, hingga ideologi tersebut akan tertanam pada diri pembaca yang akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku. Oleh karenanya, muatan budaya yang diangkat dalam komik diharapkan dapat menanamkan pengetahuan dan pemahaman pembaca terutama anak akan pengetahuan tradisi lokal. Pengetahuan yang diperoleh secara terus menerus dan berkelanjutan tersebut akhirnya diharapkan dapat turut membentuk karakter dan perilaku sebagai ciri khas bangsa. Beberapa contoh komik yang dihasilkan oleh komikus Indonesia yang mengangkat muatan lokal misalnya Garudayana yang telah diuraikan di atas, Bima Satria Garuda yang diangkat dari serial televisi, serta Nusantaranger yang menampilkan mitos yang ada di wilayah nusantara Akhmad, 2015. Di samping itu, sebuah komunitas komikus Bumi Langit mereproduksi komik-komik lama dan diterbitkan secara daring melalui media sosial facebook. Komik-komik tersebut adalah Si Buta dari Gua Hantu, Aquanus, [R]Evolusi, Sri Asih, Nusantara, masih banyak lagi. Komik-komik tersebut mencoba mengenalkan kembali pengetahuan tradisi lokal yang dikemas ulang menjadi lebih berterima sesuai perkembangan teknologi informasi. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Kajian akademik yang membicarakan bentuk transformasi karya sastra tradisional menjadi komik juga telah banyak dilakukan. Ariesta 2013 melakukan kajian terhadap potensi budaya lokal sebagai bahan berkarya komik. Menurutnya, dengan mengangkat budaya lokal komik dapat digunakan sebagai sarana mengenalkan budaya Indonesia yang sangat beragam. Hal serupa dilakukan oleh Dhien 2006 yang melakukan perancangan cerita komik Hyang. Tujuan utama kajiannya adalah mengenalkan kembali kesenian wayang bagi generasi muda. Revitalisasi karya sastra klasik dengan melakukan transformasi media menjadi komik juga dilakukan terhadap manuskrip. Hasil suntingan manuskrip tersebut dialihmediakan menjadi komik berjudul Hikayat Raja Kerang Sundusiah, Yulianeta, dan Halimah, 2009; Yulianeta, Halimah, dan Sundusiah, 2009; Yulianeta, Sundusiah, dan Halimah, 2014. Pada tahap selanjutnya, Hikayat Raja Kerang ditransformasi menjadi film animasi Yulianeta, Sundusiah, dan Halimah, 2017. Transformasi karya sastra tradisional juga dilakukan terhadap kaba. Dalam hal ini, cerita kaba Sabai Nan Aluih dialihmediakan menjadi komik. Di samping maksud mendekatkan karya sastra tradisi pada pembaca anak, alih media ini juga wujud usaha pengembangan media pembelajaran Hidayat, Wasana, dan Kadrianto, 2012; Wasana, Hidayat, dan Meigalia, 2013. Usaha alih media ini menghasilkan buku komik Sabai Nan Aluih Parmato, Orianty, dan Novita, 2015. Di samping kaba, cerita rakyat Minangkabau juga dialihmediakan menjadi bahan bacaan literasi Wasana dan Hidayat, 2018. Sebagai bahan bacaan, hasil usaha alih media tersebut diharapkan dapat menumbuhkan daya kreatif pembacanya. Hasil pembacaan tersebut akan menumbuhkan daya kritis pembaca untuk kemudian menghasilkan karya baru berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya. III. PENUTUP Selain bertujuan mendekatkan dan mengenalkan kembali revitalisasi karya tradisi, alih media menjadi komik juga bisa dimanfaatkan sebagai media Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 pembelajaran dan bahan bacaan GLS. Pengetahuan akan tradisi lokal, secara tidak langsung akan membangun narasi kebangsaan yang kuat. Usaha alih media tersebut diharapkan dapat menarik minat generasi muda terhadap muatan lokal sebagai bagian dari dirinya. Sebagai sebuah bangsa yang memiliki keragaman budaya tradisi, pengenalan terhadap budaya lokal adalah salah satu ciri keberhasilan pengembangan narasi kebangsan. DAFTAR PUSTAKA Akhmad, Reza. 2015. “11 Komik Indonesia yang Seharusnya Sudah Pernah Kamu Baca.” Oktober 30, 2018. Ariesta, Alvyanda. 2013. “Kebudayaan Lokal sebagai Potensi dalam Berkarya Komik.” Bercadik Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni 11. Bitz, Michael. 2004. “The Comic Book Project Forging alternative pathways to literacy.” Journal of Adolescent & Adult Literacy 477 574. Dhien, Kurnia. 2006. Perancangan Komik Hyang dalam Menumbuhkan Apresiasi Generasi Muda kepada Kesenian Wayang. Surakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. “Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah.” Faizah, Dewi Utama et al. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah SD. Jakarta Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Gierlang. 2015. “Menelusuri Perkembangan Komik Indonesia Masa ke Masa.” Indonesia Kreatif. Oktober 4, 2018. Gillenwater, Cary. 2009. “Lost literacy How graphic novels can recover visual literacy in the literacy classroom.” Afterimage 372 33–36. Hidayat, Herry Nur, Wasana, dan Kadrianto. 2012. ALIH MEDIA KABA Alternatif Revitalisasi Sastra Minangkabau. Padang. Hidayat, Herry Nur, Wasana, dan Eka Meigalia. 2015. “Komik Kaba Bahan Pengayaan Pembelajaran Muatan Lokal Minangkabau.” In Seminar dan Rapat Tahunan BKS PTN Wialayah Barat Bidang Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, Jakarta Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta, 165. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 McCloud, Scott. 1993. Understanding Comics The Invisible Art. New York HarperPerennial. McVicker, Claudia J. 2007. “Comic Strips as a Text Structure for Learning to Read.” The Reading Teacher 611 85–88. Parmato, Yastri Julian, Like Suci Orianty, dan Dwi Novita. 2015. Sabai Nan Aluih Komik Kaba Minangkabau. ed. Herry Nur Hidayat, Wasana, Eka Meigalia, dan Pramono. Padang SURI - FIB Unand. Pujiono, Setiawan. 2012. “Berpikir Kritis dalam Literasi Membaca dan Menulis untuk Memperkuat Jati Diri Bangsa.” Pengembangan Kebahasaan dan Kesusastraan melalui Nilai-Nilai Kearifan Lokal untuk Penguatan Jati Diri Bangsa 778–83. Rahmanadji, Didiek. 2012. AWAL EKSISTENSI KOMIK INDONESIA SEBAGAI PRODUK BUDAYA NASIONAL. 1. Oktober 4, 2018. Retnaningdyah, Pratiwi et al. 2016. Panduan Gerakan Literasi Sekolah SMP. Jakarta Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Santoso, Hari. 2008. Membangun Minat Baca Anak Usia Dini Melalui Penyediaan Buku Bergambar. Malang. minat baca anak usia dini melalui penyediaan buku Schwarz, Gretchen E. 2002. “Graphic novels for multiple literacies.” Journal of Adolescent & Adult Literacy 463 262. Seglem, Robyn, dan Shelbie Witte. 2009. “You Gotta See It to Believe It Teaching Visual Literacy in the English Classroom.” Journal of Adolescent & Adult Literacy 533 216–26. Soedarso, Nick. 2015. “Komik Karya Sastra Bergambar.” Humaniora 64 496–506. Sundusiah, Suci, Yulianeta, dan Halimah. 2009. “TRANSFORMASI SASTRA KLASIK MENJADI KOMIK SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN SASTRA ANAK.” In Konferensi Kesusastraan Internasional XX Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia, Bandung. Tamimy, Muhamad Fadhol. 2017. “Sejarah Perkembangan Manga di Indonesia Dari Waktu ke Waktu.” Kakkoii News. Oktober 4, 2018. Prosiding Seminar Nasional “Jepang dan Indonesia dalam Perspektif Humaniora”, 07 November 2018 Wasana, dan Herry Nur Hidayat. 2018. Transformasi Folklore Minangkabau Menjadi Bahan Bacaan Literasi dan Pengembangan Karakter Kebangsaan. Padang. Wasana, Herry Nur Hidayat, dan Eka Meigalia. 2013. KOMIK KABA ALTERNATIF REVITALISASI SASTRA MINANGKABAU. Padang. Wiedarti, Pangesti et al. 2016. Desain induk gerakan literasi sekolah. Jakarta Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Yulianeta, Halimah, dan Suci Sundusiah. 2009. Transformasi Hikayat Raja Kerang ke Dalam Komik Sastra Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra Anak di Sekolah Dasar. Bandung. Yulianeta, Suci Sundusiah, dan Halimah. 2014. “Transformasi Hikayat Raja Kerang ke dalam Komik Sastra sebagai Bahan Ajar Anak di Sekolah Dasar.” In Naskah dan Relevansinya dalam Kehidupan Masa Kini, Padang PSIKM. ———. 2017. “Revitalisasi Naskah Klasik Hikayat Raja Kerang ke dalam Film Animasi sebagai Media Pembelajaran Sastra di Era Digital.” 8April 26–33. Minangkabau is one of the tribes in Indonesia that tends to use figurative language. However, as technology advances, its use has begun to diminish. one of the reasons is the young generation's lack of understanding of the meaning of the figurative language. This paper describes the effort to enhance the knowledge and understanding of Minangkabau idioms. The use of Minangkabau idioms is now suspected to be diminishing due to the limited knowledge of the younger generation of the idiom meaning. One attempt to reintroduce the meaning of the Minangkabau idiom is through transformation into an image form. This research collects idioms that are directly related to daily life. Selected idioms that carry moral contents and daily life guidance are transformed into visual forms, comic strips, and illustrations. It is expected, the transformation will increase knowledge and facilitate the understanding of the younger generation, especially towards the Minangkabau idioms. In other words, this research is one of the efforts to revitalize and socialize Minangkabau traditional culture. Herry Nur HidayatWasanaEka MeigaliaAbstrak Kaba adalah salah satu karya sastra khas Minangkabau. Seperti halnya karya sastra tradisional lainnya, kaba memiliki muatan lokal yang sarat dengan pembelajaran. Di sisi lain, minat terhadap karya sastra tradisional ini mulai memudar seiring berjalannya waktu. Artikel ini memaparkan salah satu bentuk revitalisasi kaba sebagai produk lokal Minangkabau. Melalui transformasi bentuk dari prosa menjadi komik, diharapkan minat terhadap kaba akan bertambah. Di samping itu, transformasi bentuk ini juga dapat dipergunakan sebagai pengayaan bahan ajar muatan lokal. Melalui tahap interpretasi, kaba Sabai Nan Aluih diolah dan ditransformasikan menjadi bentuk komik. Dalam hal ini, interpretasi dilakukan terhadap visualisasi tokoh dan alur cerita. Lebih lanjut, alur cerita diolah kembali sehingga jalan cerita menjadi lebih menarik. Kata kunci kaba, Sabai Nan Aluih, komik, transformasi. Abstract Kaba is one of Minangkabau literature. Like others traditional literary works, kaba has lots of local contents that is full of learning materials. But through times, the interest of this kind is fading. This article describes an alternative form to revitalized kaba. The transformation from prose to comics form, the interest of kaba may increase. Also, this transformation product could be used as learning materials enrichment of local cotents. Through interpretation, kaba Sabai Nan Aluih was processed and transformed into comic. Interpretation on characters visualization and replotting storyline may results more interesting story. Claudia McvickerTeachers can use comics for reading instruction by capitalizing on their colorful graphic representation. Technology and reading are wed during the use of the Internet, and readers must rely on their visual literacy skills–a group of vision competencies people can hone for comprehension. This article reports on strategies for developing visual literacy skills by using comic strips. Comic strips provide a quick, concise way to teach and apply reading skills for practice or remediation. Suggestions for using a comic strip comprehension game on an educational website as well as strips from the daily paper are the definition of literacy and using visual strategies comprehensively can strongly affect student learning. Educators can contribute to the growth and understanding of the world of nonprint text by helping students learn to read and create visual products critically. When educators bridge popular culture and traditional texts, students become authentically motivated and engaged in their learning. This article highlights vignettes of visual literacy at work through successful classroom SoedarsoComic book is a literary medium which communicates via images. It has been part of Indonesian culture since a long time. Back to the 9th century, reliefs of Borobudur temple are proves of the early comic culture in Indonesia. Each relief panel of the Borobudur temple was made with a series of sequential scenes that depict many scenes of the 8th century’s daily life in ancient Java and the story of Sudhana and Manohara. It was made with the same principle of any comics nowadays. This article is a literature study with data gathered from both printed and electronic media. Field observation was done as well to obtain concrete data. Based on the result, comics can be categorized by its forms and formats, such as comic strip, comic book, and graphic novel. With stunning images and increasing in genres, comics easily become one of mass culture. Comics had a lowbrow reputation for much of its history, but nowadays it recieves more and more positive recognition and within academia. Its contribution to the field of entertainment, education, and imagination, especially to the young generation, makes comics as one of the important means of communication. Michael BitzIn this arts-based literacy initiative in urban after-school environments, children brainstormed, outlined, sketched, wrote, and designed original comic books that represented their lives as urban McCloudEl autor ofrece un acercamiento al mundo de las historietas desde el punto de vista de que se trata de un medio de comunicaciĂłn con una estructura y un lenguaje propio. Analizan los diversos elementos de las historietas, desde el vocabulario hasta su diseño y su akan tradisi lokal, secara tidak langsung akan membangun narasi kebangsaan yang kuatDan Bahan BacaanGlsdan bahan bacaan GLS. Pengetahuan akan tradisi lokal, secara tidak langsung akan membangun narasi kebangsaan yang Komik Indonesia yang Seharusnya Sudah Pernah Kamu BacaReza AkhmadAkhmad, Reza. 2015. "11 Komik Indonesia yang Seharusnya Sudah Pernah Kamu Baca." Oktober 30, 2018. Jenis Komik – Kawan-kawan pasti sudah familiar dengan komik. Betul sekali bacaan bergambar itu merupakan hiburan bagi kawan-kawan di manapun berada. Bahkan tahu tidak penggemar komik bukan saja dari anak-anak, namun orang dewasa juga suka membaca komik. Sama seperti film yang dibuat tidak lepas dari konteks sosial, komik pun demikian. Komik memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dari media komik ajaran kehidupan diajarkan dan dilestarikan kepada setiap generasi. Secara tegas komik dibuat dengan berbagai konteks sosial, ekonomi dan politik, pada masa-masa yang berbeda, karena dia berkesimpulan bahwa mengkaji komik akan memberi gambaran mengenai mentalitas suatu bangsa. Komik selalu mengikuti perkembangan zaman dari dulu hingga sekarang. Pengertian Komik1. Wil Eisner2. Muhammad Natsir Setiawan3. Marcel Danesi4. Franz dan Eisner5. Scout Mc CloudCiri-ciri Komik1. Perpaduan Cerita dan Bahasa2. Mengaduk Emosi Pembaca3. Memakai Bahasa Percakapan4. Bertema Kepahlawanan5. Penggambaran Karakter Tokoh6. Mengundang Gelak TawaJenis-jenis Komik1. Komik Strip2. Komik Buku3. Komik Humor dan Petualangan4. Komik Biografi dan Ilmiah5. Komik Edukasi6. Komik Promosi Iklan7. Komik Wayang8. Komik Silat9. Komik Tahunan10. Komik onlineFungsi Komik1. Menghibur2. Mencerdaskan3. Mengabarkan4. Melatih Sinkronisasi5. Mengisi Hari dengan BahagiaContoh-contoh Komik1. Komik Edukatif2. Komik Biografi3. Komik Petualangan4. Komik Wayang5. Komik HumorRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Sekarang komik tidak hanya dicetak dalam bentuk kertas saja. Namun perkembangan teknologi komik diproduksi dan didistribusikan melalui CD Rom. Bahkan sekarang ini juga bisa didapatkan melalui daring melalui layanan langganan. Tapi belum banyak yang tahu apa itu Komik? Jenis Komik? Fungsinya. 1. Wil Eisner Bahwa komik adalah bentuk seni; seni berturutan. gambar-gambar dan lambang-lambang lain yang terjukstaposisi berderetan/bersebelahan, istilah yang sulit dalam sekolah seni dalam urutan tertentu, bertujuan untuk memberikan informasi dan/ atau mencapai tanggapan estetis dari pembaca. 2. Muhammad Natsir Setiawan Komik secara umum adalah cerita bergambar dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk, yang pada umumnya mudah dicerna dan lucu. 3. Marcel Danesi Komik adalah narasi yang dibuat melalui beberapa gambar yang diatur di dalam garis-garis horizontal, strip atau kotak panel, dan teks verbal dari kiri ke kanan runtut. 4. Franz dan Eisner Susunan cerita yang bergerak melalui gambar-gambar yang ditampilkan secara berurutan. Lebih dari itu gambar-gambar yang ada dipadukan dengan kata-kata pamungkas. 5. Scout Mc Cloud Komik adalah sekumpulan gambar statis tidak bergerak disusun rapi dan berhubungan antar gambar satu dengan lainnya. Cara menghubungkan antara gambar satu dengan lainnya menggunakan teknik bercerita. Ciri-ciri Komik Kawan-kawan pecinta komik disini juga ada lho ciri-ciri yang bisa kamu kenali lebih lanjut. Apa saja itu ciri-cirinya yuk kita bahas. 1. Perpaduan Cerita dan Bahasa Secara penampilan komik memiliki dualisme yang bisa kawan kawan amati. Komik memiki ciri khas pada kombinasi antara gambar visual dan teks. Keduanya saling bekerja sama menciptakan kreatifitas yang membuat para pecinta komik selalu ingin membaca. 2. Mengaduk Emosi Pembaca Gaya penceritaan yang memikat ditambah dengan gambar manjadi daya tarik tersendiri. Komik enggak afdhol kalau tidak ada gambarnya. Namun kenapa harus ada cerita? Ya gaya penceritaan yang mengaduk emosi pembaca sangat diperlukan sebagai alur dalam komik. Gambar menjadi penegasan terhadap emosi yang ada pada penceritaan. 3. Memakai Bahasa Percakapan Gaya bahasa yang digunakan dalam penceritaan komik juga unik. Uniknya gaya bahasa yang digunakan tidak begaya tulisan. Sebaliknya gaya bahasa pada komik menggunakan bahasa percakapan. Jadi walaupun mungkin pembahasan berat mengenai politik, percintaan, konflik sosial dan sebagainya, komik tetap ramai peminatnya. 4. Bertema Kepahlawanan Ciri khas yang dapat dikenali lagi adalah komik selalu bertemakan tentang kepahlawanan. Segmentasi pasar yang memang banyak sekali dari anak-anak terutama membuat komik mengangkat tema-tema heroik. Selain agar tetap eksis, tujuannya agar anak-anak punya semangat dan daya juang dalam melakukan kebaikan. Bahkan tidak hanya ranah itu saja, melainkan pada ranah pemikiran dan filosofis. 5. Penggambaran Karakter Tokoh Teknik penggambaran tokoh yang sangat brilian adalah ciri khas daripada komik. Hampir semua komik yang dibuat selalu menciptakan tokoh kepahlawanan yang dikenang oleh pembaca komik. Seperti halnya yang sudah kita kenal tokoh Kepahlawanan di komik DC dan MCU. Komik DC seperti The Flash, Aquaman, Deadstroke, Deadpool, Iron Man, The Atom, Ant Man, Vision, Red Tornado, Green Arrow dan Hawkeye serta masih banyak lagi. Belum komik-komik yang berasal dari negara lain seperti Jepang atau bahkan dalam negeri sendiri seperti Bima X. 6. Mengundang Gelak Tawa Humor adalah kekuatan besar yang ditawarkan oleh komik. Karakteristik yang mendarah daging ini menjadi ciri khas karya komik. Tidak mengherankan banyak sekali yang suka komik karena memang untuk menghibur siapa saja. Jenis-jenis Komik Ada banyak jenis komik yang biasanya dibuat. Setiap jenis memiliki tujuan dan ideliasasinya sendiri mengapa komik itu dibuat. Namun perbedaan jenis satu dan lainnya berguna juga untuk memberi banyak pilihan pada pembaca. 1. Komik Strip Jenis komik ini disebut juga dengan komik potongan. Karena hanya memuat beberapa panel saja. Lebih tepatnya hanya ada 3 sampai 6 panel saja dibuat. Komik jenis ini banya terdapat pada media online. Kamu dapat menghabiskan komik Strip hanya beberapa menit. Hal ini memang dikarenakan cerita yang diangkat juga tidak berat. 2. Komik Buku Berbeda dengan komik Strip yang hanya menampilkan 3 sampai 6 panel saja, komik buku bisa sampai ratusan panel. Banyaknya panel pada komik ini karena penceritaannya yang lebih kompleks. Sehingga butuh banyak panel untuk menggambarkan cerita. Komik buku bisa saja dibuat dalam beberapa series. Bisa sampai berpuluh series dalam satu jenis komik buku. Walau komik ada yang berkelanjutan sampai seperti tidak ada tamatnya, ada juga komik yang hanya selesai satu buku. 3. Komik Humor dan Petualangan Komik humor dan petualangan banyak diminati oleh anak-anak. Oleh karena komik jenis ini menawarkan kelucuan bagi anak-anak. Baik dari teks-teks percakapan yang sering mengundang gelak tawa. Sense of humor sangat tinggi hingga disebut sebagai komik humor. Sedangkan untuk komik petualangan seringkali menceritakan pertarungan antara protagonis dan antagonis. Petualangan menakjubkan berupa seperti pencarian, pembelaan, perjuangan perkelahian atau pun aksi yang lain yang termasuk jenis petualangan. Komik petualangan seringkali berakhir dengan kemenangan dari si protagonis yang berhasil mengalahkan sang antagonis. 4. Komik Biografi dan Ilmiah Komik Biografi biasanya menceritakan seorang tokoh legendaris yang semasa hidupnya memiliki keteladanan hidup. Kisah kehidupan tokoh yang ditampilkan melalui gambar berkisah. Sementara itu komik ilmiah menceritakan tentang suatu penemuan ilmiah. Gaya penulisan kisah komik biasanya merupakan percampuran antara ilmiah dan narasi. Contoh komik yang berisi campuran dari komik dan narasi antara lain penemuan listrik, penemuan lampu, penemuan telepon dan lain sebagainya. 5. Komik Edukasi Komik jenis ini bertemakan tentang edukasi tentang suatu hal. Biasanya sangat bersifat informatif karena memang bertujuan memberi tahu kepada yang lain tentang suatu pengetahuan. Misalnya saja pengetahuan tentang bagaimana pendidikan seks di usia dini. 6. Komik Promosi Iklan Komik yang dibuat untuk kepentingan promosi sebuah produk barang atau jasa. Promosi yang dilakukan dengan menggunakan komik tentu saja dikemas dalam bentuk gambar visual berurutan. Namun di dalam komik menyertakan iklan produk barang dan jasa. Tujuannya agar pembeli atau pengguna jasa tahu bagaimana kegunaan sebuah produk barang dan jasa. Banyak sekali yang menggunakan komik sebagai tempat mengiklankan produk mereka sendiri. 7. Komik Wayang Komik berusaha untuk melestarikan budaya Nusantara khususnya Jawa terkait dengan dunia pewayangan. Cerita yang dibuat seputar pewayangan seperti Mahabharata, Ramayana, Pandhawa Lima, Semar, Petruk, Gareng, dan sebagainya. 8. Komik Silat Komik jenis ini berkisah tentang pertarungan antar jagoan silat. Genrenya termasuk petualangan. Kebanyakan ditandai dengan banyaknya adegan laga atau Action dalam komik ini. Seperti yang kawan kawan tahu bahwa Naruto, One Piece, Dragon Ball dan lain sebagainya termasuk dalam kategori komik silat. 9. Komik Tahunan Komik jenis ini muncul tiap setahun cuma sekali. Karena muncul atau terbitnya cuma sekali dalam setahun biasanya komik yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Kualitas komik Tahunan tinggi dan bergengsi sehingga hanya muncul setahun sekali. 10. Komik online Komik yang terbit secara terus menerus di media online. Akses terhadap komik online menggunakan sambungan internet. Hal ini dikarenakan diterbitkan di sebuah website yang isinya komik online. Perkembangan teknologi seperti sekarang ini memungkinkan membaca komik dimana dan kapan saja. Hanya berbekal smartphone yang ada di genggaman kawan kawan bisa menikmati komik online. Fungsi Komik Komik memiliki fungsi dalam kehidupan manusia baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Setidaknya ada empat fungsi dari adanya komik sebagai berikut 1. Menghibur Komik dibuat pada dasarnya untuk menghibur siapa Saja. Tidak peduli anak-anak, remaja, orang dewasa tetap fungsi komik adalah menghibur. Hiburan yang ditawarkan oleh komik adalah sekumpulan gambar statis yang memiliki alur cerita yang unik. 2. Mencerdaskan Komik selain berfungsi sebagai penghibur, juga sebagai alat untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari komik yang berlatar sejarah tokoh misalnya, mengajarkan kecerdasan bagi peminat komik. Selain itu pula banyak pembuat komik menyalurkan pengajaran di komik. Hal ini tentu saja komik menjadi berperan penting dalam mencerdaskan anak-anak sebuah negeri. 3. Mengabarkan Ya, komik berfungsi sebagai penyalur suatu informasi kepada orang yang belum tahu. Dari komik yang dibuat, peminat komik mendapatkan informasi baru tentang suatu hal. Komik memang bersifat informatif namun dengan penyampaian yang lebih unik. 4. Melatih Sinkronisasi Adanya komik bagi si pembuat komik maupun peminat ternyata sangat keren. Hal ini dikarenakan komik mengajak menyatukan antara teks abstrak dan visualisasi statis yang real sesuai dengan alur cerita. Komik melatih otak untuk melakukan terus Sinkronisasi ide dalam setiap percakapan teks dan gambar. 5. Mengisi Hari dengan Bahagia Tidak bisa dipungkiri bahwa komik telah mengisi masa kanak-kanak yang mengasyikkan dan penuh kebahagiaan. Ketika kecil hanya dengan membaca komik saja kawan kawan sudah merasa senang sekali. Dulu ingat sekali bukan kawan kawan selalu menunggu edisi terbaru tentang komik Doraemon yang terbit secara berkelanjutan? Ia adalah momen-momen yang penuh kebahagiaan bukan? BACA JUGA Rekomendasi Komik dan Manga Favorit di Gramedia Digital Rekomendasi Komik Lokal Indonesia yang Nggak Kalah Seru Pengertian Komik Jenis, Perkembangan, Genre, dan Contoh Komik One-Shot Seru yang Harus Dikoleksi Contoh-contoh Komik Berikut ini adalah contoh komik yang sudah kawan kawan ketahui tentang pengertian, ciri-ciri, jenis hingga fungsinya. Sekarang kawan-kawan inilah contoh komik berdasarkan jenis-jenisnya. 1. Komik Edukatif 2. Komik Biografi 3. Komik Petualangan 4. Komik Wayang 5. Komik Humor Jadi begitulah kawan kawan pembahasan tentang pengertian komik sampai kepada contoh-contohnya seperti di atas. Oh iyaa bagi kawan kawan yang pengen punya buku komik bisa cek rekomendasi buku-buku di bawah ini. Banyak lho buku komik yang tersedia di gerai Gramedia. So, buruan koleksi buku komik kesukaan kawan kawan biar bisa terus happy dan terus meningkatkan literasi. Plants vs Zombie Komik Dinosaurus Buah Dinosaurus yang Ajaib Buku komik dinosaurus ini sangat cocok untuk kebetulan yang punya adik kecil atau yang punya keponakan. Atau kawan kawan yang kebetulan suka dengan dunia petualangan bisa lho beli buku komik ini. Detektif Sains Anak CSI Buku komik petualangan detektif selalu melatih otak untuk ikut berpikir memecahkan masalah. Kawan kawan bisa langsung memilikinya disini ada beberapa series yang tentunya menarik dan menghibur. Shalahuddin Al-Ayyubi Rahim Sang Pembebas Buat kawan kawan yang suka dengan biografi para ulama zaman dahulu, bisa banget miliki buku ini. Buku komik yang bercerita tentang kehidupan sosok Shalahuddin Al Ayyubi. Langsung saja cek biar enggak kehabisan buku komiknya. Aku Suka Sains Antariksa Selanjutnya buku komik yang cocok buat kawan kawan yang suka menjelajah ruang angkasa. Buku komik yang mengangkat tema sains luar angkasa ini bagus untuk meningkatkan imajinasi tanpa batas. Yuk buruan beli buku komiknya! Vitamin Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Tidur? Menjaga kesehatan dengan tidur? Bagaimana tuh? Yuk kepoin langsung gimana caranya. Buku komik ini mengajak kawan kawan sekalian untuk mengamati apa yang terjadi dalam tubuh tatkala kita sedang tidur. Biar kawan kawan semua tambah bersyukur. Komik dari Twit-nya Raditya Dika Komik tentang Raditya Dika. Salah satu komika kondang yang sukses menjalankan karirnya. Bagi kawan-kawan yang ngefans dengan kak Radit wajib banget buat punya buku ini. Soalnya selain cerdas dia juga lucu. Komik Petualangan Sains Ekspedisi Laut Indonesia sangat terkenal dengan lautannya yang luas. Buku komik ini sangat cocok buat dibaca anak-anak atau kawan-kawan yang ingin mengenali Dunia laut melalui gambar berkisah. So, mau nunggu apalagi gitu lho. Saatnya mengenali dunia laut seisinya agar kita bisa menjaga alam. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien ï»żjenis komik yg sering kita baca berisikan cerita lucu,cerita remaja,super hero disebut dengan.... komik