SIFATSIFAT KAYU DAN PENGGUNAANNYA Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu. Terkadang sebagai barang tertentu, kayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya. Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut
Dengandemikian maka sifat sifat kayu sangat beraneka ragam karena. Berat jenis kayu adalah nilai perbandingan berat suatu kayu terhadap volume air yang sama dengan kayu tersebut. Untuk benda-benda tak beraturan dan banyak mempunyai rongga-rongga, maka istiha berat jenis sering diganti dengan kerapatan (kg/cm3) dan biasanya lebih kecil
Darisekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu : Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).
Sifatsifat mekanik kayu merupakan kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya di luar benda yang mempunyai kecenderungan untuk mengubah bentuk dan besar benda. Searah dengan pengertian tersebut Panshin de Zeeuw (1980) juga mengartikan sifat mekanik kayu sebagai kekuatan atau kemampuan kayu guna menahan gaya-gaya yang berasal dari luar. Dumanauw (1990) menjelaskan bahwa sifat-sifat mekanik kayu
KayuAlat Tulis dan Gambar - Manfaat kayu berikutnya adalah untuk pembuatan pensil tulis dan lukis. Kayu ini harus ringan, tekstur halus dan bersih seperti kayu melur, pulai, jelutung dan pinus. Tong Kayu - Kayu yang dibentuk sedemikian rupa menjadi tong masih banyak digunakan di Eropa untuk menyimpan anggur.
TranslatePDF. Pengenalan Sifat-Sifat Kayu Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu.
Tiapjenis benda memiliki sifat dan ciri-ciri yang unik yang membedakan satu sama lain. Kali ini akan dibagikan sifat dan ciri-ciri benda padat, benda cair dan benda gas selengkapnya. Jika kita lihat sekeliling kita tentu kita melihat ada banyak benda. Secara umum benda-benda yang ada di dunia dibagi menjadi tiga kelompok, yakni benda padat
Sel ini sering disebut sebagai serat, yaitu xylem kayu keras yang panjang, meruncing, dan biasanya berdinding tebal. • Secara sepintas bentuknya mirip dengan trakeid longitudinal pada kayu lunak. • Penampang melintang serabut kayu keras cenderung membulat dibandingkan dengan trakeid kayu lunak yang hampir berbentuk persegi panjang.
Darisekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu : 1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).
Bagaimanabahan kimia mempengaruhi kayu? Efek toksik khusus untuk jenis kayu. Bahan kimia dalam kayu dapat diserap ke dalam tubuh melalui kulit, paru-paru, atau sistem pencernaan. Ketika tubuh menyerap bahan kimia, bahan kimia dapat menyebabkan sakit kepala, kehilangan berat badan, sesak napas, pusing, kram dan detak jantung tidak teratur.
vG72. Sifat-sifat fisik kayu merupakan sifat yang berasal dari dalam kayu tersebut. Menurut Dumanauw 1990, sifat fisik kayu terdiri dari 12 sifat yaitu sebagai berikut 1. Berat Jenis Kayu Berat jenis kayu merupakan salah satu sifat fisik yang disetiap kayunya memiliki berat jenis yang berbeda. Berdasarkan beberapa penelitian berat jenis kayu yang telah dilakukan diperoleh batasan berat jenis suatu kayu. Biasanya berat jenis minimum suatu kayu berada pada nilai 0,20 kayu balsa dan berat jenis maksimum-nya adalah 1,28 kayu nani.Berat jenis pada kayu termasuk sebagai petunjuk penting dalam mengetahui berbagai sifat kayu. Nilai berat jenis suatu kayu akan menentukan kekuatan yang dimiliki oleh sebatang kayu. Semakin besar nilai berat jenis kayu maka semakin kuat juga kayu tersebut. Sebaliknya semakin kecil nilai berat jenis kayu maka semakin kecil juga kekuatannya Dumanauw, 1990. Berat jenis suatu kayu ditentukan oleh ketebalan dinding sel serta kecilnya rongga sel yang membentuk pori-pori kayu. Berat jenis suatu kayu biasanya diperoleh dari hasil perbandingan antara berat suatu volume kayu dengan volume air yang sama pada suhu yang telah umumnya, berat jenis suatu kayu ditentukan oleh berat kering tanur atau kering udara suatu kayu dan volume kayu pada kadar air tertentu. Kelas kayu berdasarkan berat jenisnya dapat dibedakan menjadi 4 kelas yakni sangat berat, berat, agak berat, dan ringan Dumanauw, 1990. 2. Keawetan Alami Kayu Keawetan alami kayu merupakan sifat fisik dalam ketahanan kayu terhadap serangan unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti bubuk, cacing laut, jamur, rayap, dan perusak lainnya. Biasanya keawetan kayu dapat diketahui berdasarkan periode waktu yang cukup lama tahunan.Penyebab kayu menjadi awet adalah terdapatnya zat ekstraktif di dalam kayu. Zat tersebut dapat berupa racun terhadap serangga perusak sehingga serangga tersebut tidak dapat mendiami atau pun merusak kayu tersebut. Zat-zat ekstraktif yang dapat menghambat serangan serangga perusak kayu diantaranya silika dan tectoquinon Dumanauw, 1990. Zat ekstraktif di dalam kayu biasanya akan terbentuk pada saat peralihan kayu gubal menjadi kayu teras. Berdasarkan hal tersebut, maka secara umum kayu keras memiliki keawetan sebagai sifat fisik yang lebih lama dari pada kayu gubal. Hal ini disebabkan pada kayu teras telah mengalami kematian sel berhenti sedangkan pada kayu gubal masih terdapat sel-sel hidup sehingga perusak kayu lebih mudah menyerang kayu gubal Dumanauw, 1990. 3. Warna Kayu Warna sebagai sifat fisik suatu kayu memiliki perbedaan di berbagai jenis kayu. Biasanya warna kayu tersebut bervariasi yakni mulai dari warna kuning, agak putih, coklat muda dan tua, kehitam-hitaman, agak merah, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu berbeda di setiap jenis bahkan dalam satu batang kayu. Beberapa faktor yang mempengaruhi warna suatu jenis kayu adalah tempat di dalam batang, umur pohon, dan kelembapan udara Dumanauw, 1990. Kunjungi juga Sifat Fisik dan Mekanik Kayu Gerunggang Kayu teras pada umumnya memiliki warna yang lebih gelap dan jelas dibandingkan kayu gubal. Kayu teras biasanya memiliki warna fisik merah, jingga, kuning, dan ungu. Sedangkan warna kayu gubal adalah putih dan juga sedikit warna kuning. Dan merah muda Sunardi, 1977.Kayu dari pohon yang lebih tua biasanya memiliki warna yang lebih gelap daripada kayu dari pohon yang lebih muda meskipun dalam satu jenis. Selain itu, kayu yang lebih lama berada pada ruang terbuka memiliki warna yang lebih gelap atau pucat dari pada kayu yang segar dan kering udara Dumanauw, 1990. Selanjutnya, Sunardi 1977 mengatakan bahwa warna yang terdapat di dalam kayu teras dapat diubah dengan beberapa langkah berikut ini Mencampurkan zat warna dengan bahan pengisi pori-pori filler sebelum permukaan kayu dipelitur atau dilicinkan pelishing. Menggunakan bahan kimia atau terkenal dengan istilah staining atau beiszooll. Pengecatan dengan senyawa aniline atau sejenisnya yang baik dilakukan dengan cara penyelupan maupun dengan cara impregnasi. Menggunakan pelitur minyak atau alkohol varnish sedikit banyak dapat membuat warna kayu berubah. Sifat fisik kayu ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu jenis kayu. Warna kayu yang digunakan dalam hal ini adalah warna kayu teras. Pada umumnya warna kayu sebagai sifat fisik kayu bukanlah warna yang murni, melainkan campuran dari beberapa warna Dumanauw, 1990. 4. Sifat Higroskopik pada Kayu Sifat higroskopik pada kayu merupakan sifat menyerap atau melepaskan air atau kelembapan. Kelembapan dan suhu udara sangat berpengaruh penting dalam kelembapan kayu. Artinya, kelembapan udara di sekitar kayu akan bergerak lurus dengan kelembapan sutu kayu biasanya mencapai keseimbangan lingkungannya. Kandungan air pada kayu seperti ini dinamakan kadungan air kesetimbangan Equilibrium Moisture Content.Dengan masuknya air ke dalam suatu kayu, maka berat kayu akan bertambah. Selanjutnya, keluar dan masuknya air di dalam kayu menyebabkan kayu menjadi basah atau kering sehingga dapat membuat kayu menyusut atau mengembang Dumanauw, 1990. 5. Tekstur Kayu Tekstur merupakan sifat fisik kayu yang memperlihatkan ukuran relatif sel-sel kayu yang besarnya mencolok di dalam kayu. Tekstur suatu kayu dikatakan halus apabila memiliki ukuran sel yang sangat kecil Pandit & Ramdan, 2002. Menurut Dumanauw 1990, kayu berdasarkan tekstur dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu kayu bertekstur halus, kayu bertekstur sedang, dan kayu bertekstur kasar. 6. Serat Kayu Serat sebagai sifat fisik kayu merupakan sifat fisik yang menunjukkan arah orientasi umum dan sel-sel panjang di dalam kayu terhadap sumbu batang pohon dalam identifikasi kayu Pandit & Ramdan, 2002. Arah serat di dalam suatu kayu dapat ditentukan oleh arah alur-alur yang terdapat pada permukaan dikatakan berserat halus, apabila arah sel-sel kayunya sejajar dengan sumbu batang. Selanjutnya, kayu juga disebut beserta mencong apabila sel pada kayu mengalami penyimpangan atau membentuk sudut terhadap sumbu panjang batang. Serat mencong dapat dibagi menjadi 4 bagian yakni serat berpadu, serat berombak, serat terpilin, dan serat diagonal Dumanauw, 1990. 7. Bobot Kayu Bobot suatu jenis kayu sebagai sifat fisik kayu tergantung pada jumlah zat kayu yang tersusun, rongga sel atau jumlah pori-pori, kadar air yang dikandung, serta zat-zat ekstraktif di dalamnya. Bobot suatu jenis kayu sebagai sifat fisik kayu diperoleh dengan mengetahui nilai berat jenis kayu tersebut dan biasanya digunakan sebagai patokan kelas kayu Dumanauw, 1990. 8. Kekerasan Kayu Pada umumnya sifat fisik kayu dalam hal kekerasan kayu memiliki hubungan yang erat dengan bobot kayu. Kayu-kayu yang kerasnya juga termasuk kayu-kayu yang berat. Sebalikya kayu ringan adalah juga kayu yang lunak. Berdasarkan kekerasan-nya, jenis-jenis kayu dapat digolongkan menjadi kayu sangat keras, kayu keras, kayu sedang kekerasan-nya, dan kayu lunak Dumanauw, 1990. Cara menetapkan kekerasan kayu ialah dengan memotong kayu tersebut dengan cara melintang dan mencatat atau menilai kesan perlawanan oleh kayu itu pada saat pemotongan, serta kilapnya bidang potongan yang dihasilkan. Kayu dengan sifat fisik yang lebih keras akan lebih sulit dipotong secara melintang. Kayu yang lunak akan mudah rusak, dan hasil potongan melintangnya akan memberikan hasil yang kasar dan suram Dumanauw, 1990. 9. Kesan Raba dan Kilap Kayu Kesan raba sebagai sifat fisik suatu jenis kayu merupakan kesan yang didapatkan saat meraba atau menyentuh permukaan kayu. Apabila suatu jenis kayu diraba/disentuh, biasanya akan memberi kesan yakni kasar, halus, licin, dingin, dan lain perbedaan kesan raba untuk setiap jenis kayu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis tekstur kayu, besar kecilnya air yang terdapat di dalam kayu, serta kadar zat ekstraktif di dalam kayu. Apabila tekstur kayunya halus dan permukaannya mengandung lilin, maka akan diperoleh kesan raba yang kesan raba kasar juga diperoleh apabila keadaan tekstur kayunya kasar. Biasanya, kayu yang memiliki tekstur yang halus serta berat jenis yang tinggi akan menghasilkan kesan raba yang dingin jika diraba. Sebaliknya jika kayu memiliki tekstur yang kasar serta berat jenis yang rendah akan menimbulkan kesan raba yang panas Dumanauw, 1990. Kunjungi juga Cara Menghitung Kadar Air Kayu Kilap kayu merupakan sifat fisik dari kayu yang memungkinkan sebatang kayu dapat memantulkan cahaya. Sifat fisik mengkilap pada suatu jenis kayu biasanya tergantung pada karakteristik yang dimiliki oleh kayu tersebut. Kilap kayu tidak dapat disamakan dengan kegiatan yang membuat kayu menjadi mengkilap seperti melakukan pengolesan vernis atau pelitur pada kilap kayu dalam hal ini adalah berdasarkan karakteristik kayu tersebut yang dipengaruhi oleh sudut penyinaran matahari pada permukaan kayu serta jenis sel di permukaan kayu. Minyak atau wax berlilin yang terkandung di dalam kayu akan mengakibatkan kilap suatu kayu berkurang. Biasanya kilap kayu digunakan untuk mengidentifikasi kayu dalam sifat sekunder Pandit & Ramdan, 2002. 10. Bau dan Rasa pada Kayu Bau dan rasa kayu merupakan sifat fisik kayu yang akan mudah hilang jika kayu itu lama tersimpan di luar ruangan. Beberapa jenis kayu dengan bau tersendiri sangat mudah kehilangan baunya sehingga sulit diketahui. Untuk itu, perlu dilakukan pemotongan pada kayu serta dibasahi dengan air untuk memunculkan bau sebagai sifat fisik kayu dapat disesuaikan dengan bau yang umumnya telah dikenal. Untuk menyatakan bau suatu jenis kayu, maka perlu menggunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal, seperti bau bawang putih, bau keasaman, bau zat penyamak, bau kamper, dan lain sebagainya. Kesan raba dan bau tidak jauh berbeda. Selanjutnya, hubungan yang erat antara indra pembau dan perasa membuat adanya persamaan diantar keduanya Dumanauw, 1990. Sifat fisik bau dan rasa pada kayu merupakan salah satu sifat fisik yang disebabkan oleh adanya zat-zat infiltrasi yang dimampatkan pada saat terbentuknya kayu teras. Selain itu, sifat fisik bau dan rasa pada kayu juga diakibatkan oleh adanya serangan jamur atau bakteri terhadap sifat bau dari kayu gubal yang disebabkan oleh serangan jamur atau bakteri menimbulkan bau yang lebih tajam dari pada kayu teras. Hal ini dipengaruhi oleh tepung deposit starch yang lebih banyak di dalam kayu gubal Pandit & Ramdan, 2002. 11. Nilai Dekoratif Kayu Nilai dekoratif sebagai sifat fisik pada kayu umumnya menyangkut jenis-jenis kayu yang akan dibuat untuk tujuan tertentu yang hanya mementingkan keindahan pada kayu. Nilai dekoratif suatu jenis kayu dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni penyebaran warna, arah serat kayu, tekstur dan pemunculan riap-riap tumbuh yang muncul secara bersamaan dalam pola maupun bentuk tertentu sehingga suatu kayu memiliki nilai dekoratif. Kayu-kayu yang memiliki nilai dekoratif antara lain kayu senokeling, sonokembang, renhas, dan eboni Dumanauw, 1990. 12. Sifat-Sifat Fisik Lain pada Kayu Sifat-sifat fisik yang lain pada kayu adalah sifat fisik di luar dari pada kayu tersebut. Sifat-sifat yang dimaksud adalah sifat pembakaran kayu dan sifat kayu terhadap suara Dumanauw, 1990. Pustaka Pandit, I. K. N. & Ramdan, H. 2002. Anatomi Kayu Pengantar Sifat Kayu Sebagai Bahan Baku. Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor Sunardi. 1977. Ilmu Kayu. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Dumanauw, J. F. 1990. Mengenal Kayu. Kanisius. Yogyakarta
JawabanDalam hal penghantaran panas Konduktor adalah benda- benda yang dapat menghantarkan panas. Konduktor dapat berupa zat padat, cair, ataupun gas. Sedangkan isolator adalah benda- benda yang tidak dapat menghantarkan panas. Contoh benda konduktor dan isolator panas yang ada di sekolah antara lain Nama alat dan bagiannya II bahan II kegunaan II sifat hantaran 1. kaca jendela II kaca II tempat masuknya cahaya ke dalam ruangan II konduktor 2. gagang pintu II besi/ baja II membantu membuka/ menutup pintu II konduktor 3. kunci II besi/ baja II mengunci pintu/ menjaga keamanan II konduktor 4. meja II kayu II untuk alas menulis II isolator 5. kursi II kayu II untuk alas duduk II isolator 6. papan tulis II kayu II untuk menulis II isolator 7. almari besi II besi II menyimpan barang- barang inventaris kelas II konduktor 8. sepeda siswa/ guru II besi/ baja II transportasi II konduktor 9. tiang bendera II besi/ baja II untuk mengibarkan bendera II konduktor. 10. penghapus II karet II untuk menghapus II isolator 11. bolpoin II plastik II untuk menulis II isolator 12. buku II kertas II untuk membaca/ menulis II isolatorsemoga membantu, maaf kalo salah..
Kayu dari berbagai jenis pohon memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat yang berbeda tersebut menyangkut sifat anatomi kayu, sifat fisik kayu, sifat mekanik dan sifat-sifat kimia kayu. Dari sekian perbedaan sifat kayu tersebut, ada beberapa sifat umumyang terdapat pada semua jenis kayu. Sifat-sifat umum kayu tersebut adalah Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat simetri radial. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki bermacam -macam tipe, dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa unsur karbohidrat serta berupa lignin non karbohidrat. Semua kayu bersifat anisotrofik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya longitudinal, tangensial, dan radial. Hal ini disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding sel, bentuk memanjang sel-sel kayu, dan pengaturan sel terhadap sumbu vertikal dan horizontal pada batang pohon. Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higroskopik, yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaban dan suhu udara di sekitarnya. Kayu dapat diserang mahluk hidup perusak kayu, dapat terbakar, terutama jika kayu dalam keadaan kering. Sifat fisik kayu Sifat fisik kayu yang dimaksud adalah berat jenis, kelas kuat, kelas awet, dan penyusutan. Sifat mekanik atau keteguhan kayu merupakan salah satu sifat penting yang dapat dipakai untuk menentukan kegunaan suatu jenis kayu. Sifat kimia yang dimaksud adalah komponen utama kayu terdiri dari selulosa, hemiselulosa, lignin, zat ekstraktif, dan abu. Selulosa merupakan bagian terbesar yang terdapat dalam kayu, yaitu berkisar antara 39 – 55 %, kemudian lignin 18 – 33 %, pentosan 21 – 24 %, zat ekstraktif 2 – 6 %, dan abu 0,2 – 2 %. a Berat jenis Yang dimaksud berat jenis kayu adalah perbandingan berat dan volume kayu dalam keadaan kering udara dengan kadar air kesetimbangan kayu di sekitar untuk Indonesia rata-rata 14 %. Nilai berat jenis kayu adalah nilai rata-ratanya, tetapi untuk memperoleh gambaran mengenai variasi berat jenis kayu dalam tiap jenis kayu , di antara tanda kurung dicantumkan juga nilai minimum dan maksimum empiris yang telah dilakukan pengamatan pada kayu tersebut. Misalnya Berat jenis kayu Jati ditulis sebagai berikut 0,67 0,62 – 0,75 Berat jenis kayu Durian ditulis sebagai berikut 0,61 0,63 – 0,66 Berat jenis kayu Keruing ditulis sebagai berikut 0,900,84 – 0,96 Berdasarkan berat jenisnya, ada beberapa istilah kelompok kayu, sebagai berikut Ringan, bila berat jenis kayu lebih kecil dari 0,60. Sedang agak berat, bila berat jenis antara 0,60 – 0,75 Berat, bila berat jenis antara 0,75 – 0,90. Sangat berat, bila berat jenis lebih besar dari 0,90. Terapung, bila berat jenis lebih kecil dari 1. Melayang, bila berat jenis sama dengan 1. Tenggelam, bila berat jenis lebih besar dari 1. Berat b Keawetan alami kayu Maksud keawetan alami kayu adalah ketahanan kayu terhadap serangan unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk, cacing laut dan mahluk lainnya, yang diukur dengan jangka waktu tahunan. Keawetan kayu tsb disebabkan karena adanya suatu zat di dalam kayu zat ekstraktif. c Warna kayu Terdapat berbagai macam warna kayu, antara lain warna kuning, keputih-putihan, coklat muda, cokelat tua, kehitam-hitaman, kemerahmerahan dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh zat-zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda. Warna suatu jenis kayu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tempat di dalam batang, umur pohon, dan kelembaban udara. Sebagai pedoman pada pengenalan kayu yang di pakai adalah warna kayu terasnya. d Higroskopik Kayu mempunyai sifat higroskopik, yaitu dpat menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. Kelembaban kayu sangat sangat dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu udara pada suatu saat. Makin lembap udara di sekitarnya akan makin tinggi pula kelembapan kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya. Kandungan air pada kayu semacam ini dinamakan kandungan air kesetimbangan EMC = Equilibrium Moiture Content. e Tekstur Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Maksud sel kayu adalah serat-serat kayu. Jadi dapat dikatakan bahwa tekstur ialah ukuran relatif serat-serat kayu. Berdasarkan teksturnya, jenis kayu dapat dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu a. kayu bertekstur halus, misalnya kayu giam, lara, kulim dan lain- lain. b. Kayu bertekstur sedang, misalnya jati, sonokling, dan lain-lain. c. Kayu bertekstur kasar, misalnya kempas, meranti, dan lain-lain. f Serat Serat berkaitan dengan sifat kayu, yang menunjukkan arah umum sel-sel kayu di dalam kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat dapat ditentukan oleh arah alur-alur yang terdapat pada permukaan kayu. Kayu dikatakan berserat halus, jika arah sel-sel kayunya sejajar dengan sumbu batang. Jika arah sel-sel itu menyimpang atau membentuk sudut terhadap sumbu panjang batang, maka kayu itu dikatakan berserta mencong. Serat mencong dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu serat berpadu, serat berombak, serat terpilin, dan diagonal. g Serat berpadu Jika batng kayu terdiri dari lapisan-lapisan yang berselang-seling, menyimpang ke kiri dan ke kanan terhadap sumbu batang, dikatakan berserat berpadu. Contohnya adalah kayu kulim, renghas dan kapur. h serat berombak Serat berombak adalah serat-serat kayuyangmembentuk gambaran berombak. Contohnya adalah kayu renghas dan merbau. i Serat terpilin Serat terpilin adalah serat-serat kayu yang membentuk gambaran terpilin puntiran, seolaholah batang kayu tersebut dipilin mengelilingi sumbu. Contohnya adalah kayu bintangur, kapur dan damar. j Serat diagonal Serat diagonal adalah serat yang terdapat pada potongan kayu atau papan , yang digergaji sedemikian rupa sehingga tepinya tidak sejajar arah sumbu, tetapi membentuk sudut dengan sumbu. k Kekerasan Pada umumnya terdapat hubungan langsung antara kekerasan kayu dan berat kayu. Kayu-kayu yang keras juga termasuk kayu yang berat. Sebaliknya kayu ringan adalah kayu lunak. Berdasarkan kekerasannya, jenis-jenis kayu dapat digolongkan sebagai berikut. Kayu sangat keras, contohnya balau dan giam Kayu keras, contohnya kulim dan pilang Kayu sedang kekerasannya, contohnya mahoni dan meranti Kayu lunak, contohnya pinus dan balsa Cara menetapkan kekerasan kayu adalah dengan memotong kayu tersebut dengan arah melintang dan mencatat atau menilai kesan perlawanan kayu tsb pada saat pemotongan, serta kilapnya bidang pemotongan yang dihasilkan.